Kamis, 07 November 2013

RESENSI NOVEL
NAMJACHINGU OPPA SARANGHAEYO




AKHIR YANG BAHAGIA


Judul Buku                  : Namjachingu Oppa Saranghaeyo
Pengarang                   : Alvionita Rosyandi
Penerbit                       : GACA
Cetakan I                    : Juli 2013
Tebal buku                  : 200 halaman
Harga buku                 : Rp.32.0000,-



KEPENGARANGAN

            Namjachingu oppa saranghaeyo adalah novel kedua yang di tulis Alvhy Cho tetapi merupakan novel pertamanya yang di terbitkan.
            Alvhy Cho, nama pena dari Alvionita Rosyandi, lahir di Bengkulu 20 Agustus 1992 dan tercatat sebagai mahasiswa Universitas Lampung. Salah satu cerpen fans berat Suju (ELF) ini masuk dalam antologi My Handsome Devil. Silakan berinteraksi via email: chominvhy@ymail.com, facebook: alvhy.sourire, dan blog: alvionitarosyandi.blogspot.com.


GAMBARAN SINGKAT

            Bagi Cho Hye Min, gambaran masa depannya sudah jelas. Mengikuti jejak kedua kakaknya kuliah di jurusan bisnis  demi melanjutkan usaha keluarga. Namun, perlahan hatinya mulai bimbang dengan itu semua. Pertemuannya dengan seorang cowok teman kakaknya, mengubah banyak hal. Sikap dan perlakuan yang istimewa membuat cinta Hye Min tumbuh. Namun, ada yang membuatnya curiga karena “kedekatan” yang lain dan munculnya sebutan SH couple. Hye Min terpuruk dan butuh seseorang untuk menolongnya. 

SINOPSIS

            Novel ini menceritakan tentang kisah seorang gadis bernama Cho Hyemin yang baru pertama kali mengalami namanya jatuh cinta. Tapi cinta yang dialaminya tidaklah semanis yang dia kira akan tetapi banyak rintangan yang menghalangi cintanya itu.
Kisah ini dimulai dari liburan musim panas,ketika itu Hyemin yang berulang tahun mendapat kejutan dari keluarganya. Ia memiliki orang tua yang masih lengkap dan memiliki kakak perempuan bernama Cho Hyemi serta kakak laki-laki bernama Cho Hyun sik. Cerita cintanya dimulai pada suatu pagi yang cerah. Hyemin terbangun karena suara jam weker di kamar kakaknya,dia pun pergi ke kamar kakaknya dengan kondisi rambut yang acak-acakan tapi tidak menemukan siapa pun. Dia memutuskan untuk meminum susu,ketika sedang meminum susu terdengar suara bel berbunyi. Hyemin bergegas membuka pintu,dia tertegun sesaat saat melihat seseorang dengan mata yang indah,kecil,sipit, dan sangat cantik. Hyemin dan orang itu sama-sama terkejut. Orang itu terkejut karena melihat penampilan Hyemin yang acak-acakan dengan bekas susu di sekitar mulutnya. Mereka sama-sama terbengong hingga akhirnya kakak Hyemin datang dan menyuruh untuk segera masuk. Ternyata orang itu adalah teman kakaknya Hyemin yang bernama Lee Shin. Saking terkejutnya,Hyemin tidak mengatakan sepatah kata pun dan langsung pergi ke kamarnnya. Hyun sik meminta maaf pada temannya atas perlakuan adiknya yang kurang sopan.
Keesokan paginya Hyemin terbangun dan langsung keluar kamar untuk meminjam hp kakaknya karena hpnya tidak ada pulsa. Saat Hyemin akan mengambil hp di kamar kakaknya dia terkejut karena melihat sesuatu yang bergerak dalam selimut,saking terkejutnnya Hyemin sampai terjatuh. Untung ada orang yang menangkapnya dan ternyata orang itu adalah Lee Shin. Kakak Hyemin langsung bergegas ke kamarnya begitu mendengar teriakan adiknya dan terkejut melihat adik dan temannya dalam posisi yang tidak enak di pandang. Shin menjelaskan bahwa Hyemin akan terjatuh. Hyun sik pun mengerti. Siangnya,Shin mengajak Hyemin jalan-jalan.
            Sejak hari itu Hyemin dan Shin menjadi sangat akrab. Shin mengantar Hyemin ke tempat-tempat yang ingin dikunjungi Hyemin yaitu toko dan kafe milik personil super junior. Pernah Hyemin memergoki Shin yang dengan luwesnya merangkul pinggang kakaknya. Dan entah mengapa dia seperti merasa sedang memergoki pacarnya berselingkuh dengan wanita lain. Tapi nyatanya Shin itu bukanlah pacarnya dan selingkuhannya itu bukan wanita lain tapi kakak laki-lakinya sendiri. Dari situ mood Hyemin langsung buruk,untuk memulihkan mood Hyemin yang memburuk,Hyun sik memberikan kartu kreditnya pada Hyemin dan Shin mengajak Hyemin jalan-jalan dan berbelanja di mal terkenal di seoul. Mood Hyemin pun langsung membaik begitu mendapat kartu kredit itu karena pada dasarnya dia memang sangat hobi berbelanja. Setelah dari situ Shin mengajak Hyemin pergi ke sungai Han. Disana Shin memberikan hadiah berupa kunciran rambut berwarna pink dan gantungan ponsel menyerupai sandal yang sepasang dengan miliknya. Hyemin sangat senang.
            Tidak terasa liburan musim panas pun berakhir dan itu artinya Hyemin harus kembali ke London untuk mempersiapkan ujian masuk perguruan tinggi. Dia berencana akan masuk ke university of Cambridge. Tapi saat akan kembali ke London,Hyemin merasa ragu akan keputusannya untuk kuliah di London padahal ibu dan kakaknya sudah membujuknnya untuk melanjutkan kuliah di Korea saja tapi dia bersikeras menolak dan lebih memilih melanjutkan kuliahnya di London.
Sebelum Hyemin berangkat,Shin memberikan sebuah hadiah berupa buku catatan kecil. Dia berpesan supaya Hyemin menuliskan apapun kegundahan Hyemin di buku itu. Dan Shin berjanji akan datang pada mimpinya untuk memberikan solusinya. Hyemin mengucapkan terima kasih dan berpamitan walaupun sangat berat. Di London Hyemin merasa bimbang dengan keputusannya,dia ingin melanjutkan kuliahnya di London bersama sahabatnya Jeslyn tapi kata hatinya berkata lain. Hyemin selalu mencurahkan semua isi hatinya pada buku kecil pemberian dari Shin. Dan dia selalu menunggu jawaban tentang kegundahannya itu. Hingga pada akhirnya Hyemin tidak sengaja membaca catatan kecil di halaman terakhir buku itu. Disitu Shin menawarkan pada Hyemin untuk kuliah di Universitas Myongji dan mengambil jurusan sastra korea. Setelah membaca pesan itu Hyemin memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya atas saran dari Shin tersebut. Dia meminta bantuan kakak perempuannya untuk mendapat persetujuan dari kedua orangtuanya. Setelah mengurus beberapa hal,Hyemin langsung pergi ke Korea dan mempersiapkan ujian masuk ke Universitas Myongji. Setelah melewati ujian yang berat,Hyemin pun akhirnya bisa masuk ke universitas yang sama dengan Shin dan kakaknya.
            Saat berkuliah disana Hyemin mendengar gosip yang kurang menyenangkan tentang Shin dan kakaknya yang disebut dengan SH couple karena kemesraan mereka. Hyemin pun makin yakin dengan gossip itu karena dia sering memergoki Shin dan kakaknya yang bersikap tidak sewajarnya. Karena masalah itu Shin dan Hyemin sering bertengkar. Pertengkaran mereka masih berlanjut pada hari selanjutnya karena Hyemin selalu pulang malam dan diantar oleh laki-laki. Shin sangat marah apa lagi karena Hyemin tidak menganggapnya lagi. Hingga pada puncaknya mereka bertengkar karena Hyemin sangat kesal dan mengira Shin dan kakaknya berpacaran,sedangkan Shin sangat kesal karena Hyemin terus-terusan dekat dengan Sangwo. Pada intinya mereka sama-sama cemburu pada hal yang tidak seharusnya mereka cemburui. Sadar dengan pertengkaran Shin dan adiknya,Hyun sik berusaha  untuk membuat mereka berbaikan dengan menjelaskan bahwa dia sudah memiliki pacar yang saat ini sedang berada di luar negri untuk menuntut ilmu. Setelah mendengar cerita kakaknya,Hyemin yakin bahwa Shin dan kakaknya adalah laki-laki normal. Hyemin menyesal telah menuduh mereka yang tidak-tidak. Sekarang dia yakin bahwa dia benar-benar menyukai Shin dan akan mengejar Shin. Tapi dia tidak yakin dengan perasaan Shin apakah Shin menyukainya atau tidak. Hyemin takut rasa sukanya bertepuk sebelah tangan. Tapi dia tidak akan menyerah dengan semua itu.
            Tapi masalahnya sekarang dia belum berbaikan dengan Shin Karena dia sebagai perempuan tidak mau berbicara duluan. Hyemin hanya bisa melihat Shin dari jauh dan mencuri pandang padanya. Kadang Shin juga melihat kearahnya dan itu membuat Hyemin sangat berbunga-bunga. Hyemin selalu menuliskan semuanya di buku pemberian Shin. Dia juga membawa bukunya ke kampus. Hingga pada suatu ketika,buku milik Hyemin dan Shin tertukar karena suatu kejadian tapi mereka belum menyadari. Hyemin hanya melihat Shin begitu pula sebaliknya. Pulang dari kampus,Hyemin pergi ke sungai Han dan duduk di tempat Hyemin dan Shin waktu pertama kali datang ke sungai Han. Saat membuka bukunya,Hyemin terkejut karena itu bukanlah bukunya tapi bukunya Shin. Rasa penasarannya begitu besar untuk membuka buku itu. Dan isi buku itu ternyata ungkapan perasaan Shin terhadap Hyemin. Hyemin sangat senang karena ternyata Shin juga menyukainya,tapi di sisi lain dia juga takut bukunya dibaca oleh Shin. Hyemin pun memutuskan untuk mengambil bukunya sebelum Shin sadar bahwa buku mereka tertukar. Tapi terlambat karena Shin sudah berdiri dihadapannya dengan senyuman yang indah. Shin sudah membaca semua isi buku Hyemin dan mengetahui perasaan Hyemin padanya. Dan saat itu pula Shin menyatakan perasaan secara langsung dan meminta Hyemin menjadi pacarnya. Hyemin pun menerima dengan senang hati.
           








KEUNGGULAN/KELEBIHAN

            Novel ini memiliki cerita yang segar dan asyik untuk dibaca oleh para remaja. Selain ceritanya yang menarik,tulisannya pun sangat rapih dan sangat memperhatikan EYD. Ceritanya yang berakhir happy ending membuat kita yang membacanya menjadi senang karena tokoh utamanya bisa bersatu. Para remaja umumnya menyukai cerita-cerita yang berakhir bahagia karena itu bisa membuat suasana hati menjadi baik.


KELEMAHAN

            Novel ini banyak menggunakan bahasa korea sehingga orang yang bukan penggemar korea sulit untuk  mengerti tentang cerita novel ini. Banyak kejadian dalam novel ini yang tidak dijelaskan secara rinci sehingga kita tidak tahu kejadian tersebut. Seperti pada saat Hyemin yang sedang makan sendirian di sebuah kafe lalu keesokan harinya dia terbangun di tempat tidurnya dan ternyata yang menggendongnya ke kamar adalah Shin. Padahal disitu tidak diceritkan bahwa Shin dan Hyemin bertemu di kafe lalu jalan-jalan hingga Hyemin tertidur di mobil. Pembaca pun menjadi bingung karena kejadian itu.


PENUTUP

            Cinta itu memang memiliki banyak keunikan. Bisa membuat orang senang,sedih,marah,kesal bahkan salah paham. Cemburu buta bisa mengkibatkan salah paham yang rumit. Oleh karena itu jika kita  menyukai seseorang janganlah menaruh kecurigaan apa lagi pada orang yang kita sayang. Dalam novel ini kita bisa menyimpulkan bahwa ketidakmauan kita untuk menyatakan perasaan pada orang yang disuka bisa menyebabkan diri sendiri menderita karena tidak mengetahui perasaan orang yang disuka. Oleh karena itu,penting untuk menyatakan perasaan kita pada orang yang kita suka.





2 komentar:

  1. terima kasih udah resensi novelku Liza :)
    Ijin posting Link di blog-ku ya..
    Thank You

    BalasHapus